24 Nov 2011

Sabar

Sabar Bertransformasi


Seorang murid bertanya pada guru kungfunya, "Guru berapa lama waktu yang dibutuhkan buat menguasai ilmu kungfu ini?“.
"4 tahun“, jawab sang guru.
 "Terlalu lama guru. Kalau saya bekerja dan belajar lebih cepat dan lebih giat lagi, berapa lama waktu yang saya butuhkan?“, tanya sang murid.
"5 tahun“, jawab sang guru.
 "Kok jadi lebih lama? Kalau saya bekerja dan belajar lebih giat dan lebih giat lagi, berapa lama waktu yang saya butuhkan?“, tanya sang murid tak sabar.
"Kalau begitu jadinya 7 tahun“, jawab sang guru.
"Muridku, dalam hidup ini segala sesuatu ada waktunya. Ada proses yang harus dijalani untuk mencapai kedewasaan dalam menguasai ilmu. Makin tidak sabar kamu menginginkannya, justru makin lama waktu yang kamu perlukan buat menguasai ilmu tersebut”, kata sang guru.

Banyak di antara kita yang merasa tidak sabar dan gelisah dalam proses bertransformasi. Memang proses transformasi itu terasa panjang dan menjemukan, kadang menyakitkan dan melelahkan. Kadang terasa tak kenal ujung dan justru berbalik arah. Di situ kesabaran kita ditempa untuk mampu memilah mana yang baik dan benar yang harus kita ikuti, dan mana yang salah yang harus kita hindari.

Banyak orang yang terjebak untuk mengambil jalan pintas dan merasa bahwa revolusi sudah cukup untuk mengakhiri segala kejahatan dan kedurjanaan di dunia. Mereka salah, karena terbentuknya suatu kejahatan sendiri telah melalui proses yang panjang dan berakar yang tidak bisa ditebas hanya dalam sekali tebas. Maka hanya hati yang berani dan ikhlas lah yang bisa terus bertahan untuk menebas akar-akar kemungkaran yang sudah bercokol di hati-hati manusia. Sampai kapan?

Kenapa harus bertanya? Tugas kita kan hanya berusaha. Tuhan yang akan menentukan dan memperlihatkan hasilnya kepada kita. Kalau kita ikhlas berusaha dan berupaya memperbaiki diri tanpa terus-terusan mencela diri sendiri atau orang lain kita akan bisa menghargai upaya-upaya perbaikan yang kita lakukan dan orang lain lakukan, dan sanggup melihat titik terang di tengah kegelapan. Itulah jalan yang membawa kita keluar dari kegelapan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar